Senin, 04 Februari 2008

Barclays: Harga emas bakal tembus US$1.000/ounce


Barclays Capital, bank investasi terbesar ketiga di Inggris, memprediksi harga emas akan menembus US$1.000 per ounce pada tahun ini, di tengah gejolak pasar keuangan global.

Para investor diperkirakan mengalihkan asetnya dengan membeli logam mulia tersebut dalam mengantisipasi risiko inflasi dan penurunan suku bunga AS.

Analis Barclays Capital Kevin Norrish mengatakan rata-rata harga emas setahun ini mencapai US$890 per ounce atau 6% lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya US$840.

"Tingginya laju inflasi, gonjang-ganjing perekonomian global yang belum stabil, tensi geopolitik yang memanas dan penurunan suku bunga Federal Reserve akan mendorong harga emas mencapai US$1.000 per ounce pada tahun ini," tutur Kevin seperti dikutip Bloomberg.

Vibiz Strategist Steve Susanto bahkan memproyeksikan harga emas justru akan menembus level US$1.200 per ounce pada Oktober 2008. Menurut dia, sentimen positif terhadap harga emas akan terus ada selama perekonomian global masih labil.

Dia menambahkan dorongan terhadap harga emas bukan selalu disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal itu, lanjutnya, dapat dilihat pada perdagangan emas periode 30 Januari.

Ketika itu harga emas sempat mencapai rekor tertingginya US$936,61 per ounce, sementara harga minyak mentah dunia berada pada level US$90 per barel.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, nilai kontrak emas untuk pengiriman April naik 0,2% menjadi US$930,2 per ounce di bursa New York Mercantile Exchange. Harga logam mulia ini sudah melonjak 11% sepanjang Januari.

Harga platina juga kembali naik menjadi US$1.740 per ounce, atau lebih tinggi dari estimasi sebelumnya US$1.620.

Aksi ambil untung

Pada saat harga emas setinggi ini, menurutnya, para pemodal tidak akan banyak membeli komoditas itu. Namun, ketika dolar AS kembali menguat, investor akan melakukan aksi ambil untung.

"Sebaliknya, ketika dolar AS tertekan, itulah saatnya kami kembali menambah pembelian emas."

Terkait dengan harga logam mulia tersebut, Kevin Norrish menambahkan, investor akan memerhatikan perkembangan ekonomi global yang nantinya bakal memengaruhi harga sejumlah komoditas termasuk logam industri seperti tembaga, timah, timah hitam (lead), serta seng.

Barclays Capital juga mencatat harga timah akan mencapai peningkatan terbesarnya dibandingkan dengan kenaikan harga logam lainnya yang ditransaksikan di London Metal Exchange pada 2008.

Hal itu terjadi karena dipicu meningkatnya permintaan komoditas dari China, khususnya di tengah keterbatasan pasokan komoditas global.

Harga rata-rata timah bakal mencapai US$16.838 per ton, naik dari perkiraan sebelumnya US$15.050 per ton. Bank tersebut juga memangkas prediksinya terhadap harga tembaga menjadi US$7.550 per ton dari level US$7.800 per ton.

Terhadap alumunium, Braclays memprediksi terjadi penurunan harga menjadi US$2.763 per ton dari level US$2.838. Kondisi ini juga akan menimpa harga nikel yang turun menjadi US$27.625 per ton dari posisi sebelumnya US$29.875.

Kamis, 10 Januari 2008

Emas Memimpin Kenaikan Komoditi; Investor Tinggalkan Saham

Emas Memimpin Kenaikan Komoditi; Investor Tinggalkan Saham
Rabu, 09 Januari 2008 21:00 WIB


Harga emas dan platina hari ini (09/01) terus bergerak di sekitar harga rekor tertingginya, memimpin kenaikan harga-harga komoditi malam ini oleh aksi para investor yang melakukan langkah hedging terhadap inflasi.

Emas terlihat sedang bergerak dalam laju terbaiknya sejak tahun 1975, sementara jagung berada di level 11 tahun tertingginya dan minyak berada hanya 3% di bawah level rekor tertingginya. Sedangkan indeks Standard & Poor 500 berada di level terendahnya sejak Maret lalu, lalu inflasi dari sisi produsen (PPI) kemungkinan bangkit pada level tercepatnya sejak tahun 1981.

Seorang analis dari Merrill Lynch & Co berpendapat bahwa `Dalam lingkungan yang mengalami inflasi, orang akan lebih memilih emas sebagai pilihan asset utama.”

Analis lain dari Okachi & Co Tokyo menyatakan juga bahwa ``Dana-dana spekulatif sekarang sedang bergeser ke komoditi karena mengecewakannya kinerja bursa modal sejak awal tahun.”

Harga emas berjangka hari ini meningkat $13.54 (1.5%) ke level rekor tertinggi pada $891.70 per ounce, dan terakhir diperdagangkan di $878.70 pada pasar London.

``Emas akan menjadi investasi yang menarik untuk tahun 2008,'' menurut direktur investasi pada Fat Prophets U.K. Ltd., kepada Bloomberg TV malam ini. ``Harga $1,000 per ounce sudah jelas terlihat saat ini,'' tambahnya.